Puisi Keindahan Alam Nusantara

Puisi
 Puisi Keindahan Alam Nusantara
Alam. Dalam artian yang luas memiliki makna yang setara dengan Dunia alam  dan dunia fisik Atau juga dunia materi. Mengacu kepada Fenomena dunia fisik dan juga kehidupan Secara Umunya. Skala alam yang terbentang dari Sub-Atomik Sampai Kosmik. Kata dari alam merupakan terjemahan dari bahasa Inggris (Nature) yang berasal dari kata Latinn Natura, Juga kualitas esensial, disposisi bawaan, Dan pada zaman dahulu secara harfiah berarti kelahiran Dan Natura adalah terjemahan latin dari Yunani physis yang awalnya terkait dengan karakteristik.

 Puisi Keindahan Alam Nusantara

Negara indonesia sangat kaya dengan panorama alam yang banyak, Nah saat ini hutan indonesia telah rusak dengan adanya Mengeksploitasinya secara berlebihan. Alam indonesia kita harus di jaga ekosistemnya  Supaya tidak berdampaknya terhadap kelangsungan hidup masnusia dalam rimba. Kali ini saya Alam Nusantara Blogspot Share Special buat anda Kelompok Puisi Keindahan Alam

Sabda Bumi

Bulan tampak mendung merenung bumi
Seberkas haru larut terbalut kalut dan takut
Terpaku ratap menatap Jiwa-jiwa penuh rindu
Hangatkan dahaga raga yang sendu merayu

Bulan tak ingin membawa tertawa manja
Kala  waktu enggan berkawan pada hari
Saat bintang bersembunyi sunyi sendiri
Terhapus awan gelap melahap habis langit

Bulan memudar cantik manis menarik pada jiwa ini
Hitam memang menang menyerang terang
Tapi mekar fajar bersama mentari akan menari
Bersama untaian senandung salam alam pagi
(Puisi Tampa Nama)

Permainya Desaku

Swah mulai menguning
Mentari menyambut datangnya pagi
Ayam berkokok bersahutan
Petani-petani bersiap hendak kesawah

Padi yang hijau
Telah siap untuk di panen
Petani bersuka ria
Beramai-ramai memotong padi

Gemercik air sungai
Begitu beningnya
Bagaikan Zamrud Khatulistiwa
Itulah alam desaku yang permai 
(Puisi Tampa Nama)

Bencana Melanda ku

Lewat suara gemuruh di iringi debu bangunan yang runtuh
Tempatku nan Asri terlidas habis
Rumah harta dan benda serta nyawa manusia Lenyap
Engkau lahab habis aku kehilangan segalanya

Mata manusia sedunia terperangah menatap dan heran
Memang kejadian begitu Dahsyat
Bantuan dan pertolongan mengalir
Hati manusia punya Nurani

Tuhan, Mengapa semua ini terjadi???
Mungkin kami telah banyak Mengingkari-Mu
Mungkin kami terlalu bangga dengan salah dan dosa
Ya Tuhan Kami, Ampunilah kami dalam segala Dosa
(Puisi Tampa Nama)

Alam

Aku buka mata
Cahaya pagi menembus kaca jendela
Semerbak mawar merah dan putih merekah
Ku buka jendela
Ku hirup udara segar

Melihat kabut tebal masih menyelimuti bumi
Setetes embun membasahi daun
Kicauan indah terdengar di telinga
Angin menembus halus menembus kulit

Aku lihat awan seputih melati
Dan langit seribu lautan samudra
Kini ku siap menghadapi Hari-hari yang baru
Dan indahnya bumi
(Puisi Dari Vino Tritambayong)

Alam Dilembah Semesta

Angin dingin kelam menderik
Kabut putih menghembus mentari
Tegak cahayanya menusuk citra

Pahatan gunung memecah langit
Berselimut awan beralas zamrud
Tinggi dan Tajam

Sejak waktu itu tidak beranjak
Di sanalah sanubari berdetak
Sunyi sepi tak beriak

Cermin ilusi di atas danau
Menikung pohon yang melambai warna
Di celah Kaki-kaki menjejak Karya-karyanya

Di manakah aku berada..!
Dimana jiwa tak mengingat Rumah
Di saat hidup terasa sempurna

Sungguh jelita Permadani ini
Tebarkan pesona di atas cakrawala
Tak berujung di pandang lamanya
Serasa bertualang di negri tak bertuan
(Puisi Dari Adrian. H)

Tanah Airku

Angin berdesir di pantai
Burung berkicau dengan merdu
Embun pagi membasahi Rumput-rumput
Itulah tanah airku
Sawahnya yang menghijau
Dan gunungnya tinggi menjulang
Rakyat aman dan makmur

Indonesia ku
Tanah tumpah darahku
Jaga dan rawatlah selalu
Di sanalah aku di lahirkan dan di besarkan
Di sanalah aku menutup mata
Oooh.. Tanah airku tercinta
Indonesia Jaya
(Puisi Dari Haris Rahmat Nugraha)

Indahnya Alam Negri Ini

Kicauan burung terdengar merdu
Menandakan adanya hari baru
Indahnya alam ini membuatku terpaku
Sepertinya dunia hanya untuk diriku

Kupejamkan mataku sejenak
Kurentangkan tanganku sejenak
Sejuk, Tenang, Senang kurasakan
Membuatku seperti melayang kegirangan

Wahai pencipta Alam
Kekagumanku sulit untuk ku pendam
Dari siang hingga malam
Pesonanya tak pernah padam

Desiran angin yang berirama di pegunungan
Dan tumbuhan yang Menari-nari Di pegunungan
Begitu indah rasanya
Bak indahnya taman di surga

Keindahan alam terasa sempurna
Membuat semua orang Terpana
Membuat senua orang terkesima
Tetapi kita harus menjaganya
Agar keindahanya takkan pernah Sima
(Puisi Dari Ronny Maharianto)

Derai Cemara Udang

Angin pantai di sela gerimis
Mendera pelan sejenak
Berteduh di bawah,
Pohon-pohon cemara Udang

Lalu lenyap kearah
Gubuk-gubuk bambu yang reot
Tampa atap di tepian jalanan pantai

Senja ini….
Tiada yang romantis dan membiuskan angan
kedalam khayal yang beku
Dan ratusan hari terkubur diam

Pantai ini telah sepi
Hanya derai cemara udang
Hanya rintik gerimis yang tak kunjung reda
Tak juga menjadi hujan deras

Ada yang berubah..
Pantai ini merubah dirinya menjadi teduh hingga hijau
Dan di Beberapa sudut telah tumbuh padang rumput
Ada cemara Udang, Perahu Nelayan
Yang sepuluh tahun yang lalu belum ku lihat
Dan Ini adalah Pantai Kenangan  

Keindahan Alam

Bak gelombang jiwa di udara
Laksana Sinar di pagi hari
Bagaikan rembulan mengarungi samudra
Seperti Peri kehilangan Cahaya matahari

Meskipun langit menyinari bumi
Mirip bola di senja kelap

Umpama terbang setinggi awan
Bagaikan bintang menghiasi malam
Sinar mentari bagaikan surya

Sekian saja terimakasih karena anda telah membaca artikel Kelompok Puisi Keindahan Alam Terbaru ini, Semoga banyak manfaatnya untuk anda By http://sabdaalamnusantara.blogspot.com/2013/03/kelompok-puisi-keindahan-alam-terbaru.html

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*